Di Indonesia, Pemain Profesional Ini Malah Diabaikan
Di Indonesia, Pemain Profesional Ini Malah Diabaikan - Beberapa waktu yang lalu, Radja Nainggolan mengenang masa lalunya yang cukup rumit. Dalam wawancara yang cukup personal dengan stasiun televisi Belgia VTM, Nainggolan mengungkapkan masa kecilnya yang suram.
Semasa masih muda, Nainggolan hidup dalam kemiskinan. Dalam situasi sulit seperti itu, sang ayah justru meninggalkannya dan keluarganya untuk kembali ke Indonesia. Alhasil, sang ibu harus bekerja keras untuk bisa mencukupi kebutuhan keluarganya.
Kondisi tersebut sangat menyulitkannya. Ia bahkan pernah merasakan hidup satu bulan tanpa listrik. Karenanya, ia berusaha keras untuk membantu ibunya ketika sudah mendapatkan penghasilan sendiri sebagai pemain sepakbola. (foti/hsw)
Masa Kecil yang Suram
Sang pemain AS Roma ini menceritakan perjuangan sang ibu untuk menghidupi keluarganya. Selain harus membiayai anak-anaknya, ibu Nainggolan juga harus membayar utang keluarganya.
"Saat itu ada tiga orang yang tinggal di rumah kami. Ayah saya sudah meninggalkan kami. Ibu saya harus membayar banyak utang. Dia mendapat gaji 1.300 euro dengan bekerja 10 jam per hari. Kami bisa makan makanan yang sama tiga kali dalam sepekan. Kami juga pernah hidup sebulan tanpa listrik," kenang Nainggolan.
Kecewa Gagal ke Piala Dunia
Sementara itu, pemain lincah ini juga dianggap sebagai salah satu pemain terbaik Belgia saat ini. Meski demikian, ia tidak dipanggil masuk ke timnas yang akan bertanding di Piala Dunia 2018. Nainggolan sangat kecewa dengan keputusan pelatih Roberto Martinez itu.
"Tidak berangkat ke Piala Dunia adalah pukulan telak bagi saya karena saya sudah melewatkan satu Piala Dunia sebelumnya. Setelah pensiun nanti, saya tidak mau tetap berada di sepakbola, terlalu banyak penjilat di sini. Saya selalu mengatakan apa yang saya rasakan. Itu masalah saya, tapi saya akan selalu seperti itu," ujarnya.
Berikut merupakan 7 transfer terbesar yang terjadi sesuai gelaran Piala Dunia
Sumber:bola.net
Komentar
Posting Komentar